Selasa, 15 Januari 2013

Kota Paris {}

Sedikit Sejarah PeranciS

     Sebelum menyimpulkan Prancis negara yang romantis, mari kita sedikit kembali ke masa lalu masa dimana Prancis mengalami revolusi besar-besaran di bidang politik yaitu pada akhir abad ke-18 tepatnya  pada tanggal 14 Juli 1789. Revolusi yang menghasilkan 3 semboyan Negara Prancis yaitu:
  • Liberté yang berarti kebebasan
  • Fraternité yang berarti persaudaraan
  • Egalité yang berarti persamaan
      Semua itu menginspirasi para seniman di negara-negara Eropa yang pada saat itu Prancis merupakan  negara kerajaan yang kemudian berubah menjadi negara republik. Para seniman itu menghasilkan keindahan bahkan pada segi literature pun romantisme hadir.
Pada abad ke-19 Prancis berubah menjadi Negara industri yang ditandai dengan perubahan tata letak kota. Pada tanggal 31 Maret 1889, untuk merayakan 100 tahun revolusi Prancis maka pemerintah Prancis pun ingin memesona seluruh dunia dan memutuskan untuk menyelenggarakan pameran besar di Champ de Mars. Maka dibangunlah sebuah menara di pusat kota Prancis yaitu di kota Paris. Menara tersebut dibuat dengan balok-balok metal yang di satukan oleh paku dengan ketinggian 324 meter adalah karya dari seorang insinyur bernama Gustave Eiffel yang tertarik pada logam baru yaitu besi.


    Dan pada awal abad ke-20 disusul dengan citra Paris sebagai kota mode menghasilkan pemikiran bahwa Paris sebagai pusat penciptaan hal-hal indah dan tempat berkumpulnya perempuan cantik yang sangat mengikuti mode. Hingga saat ini pun Paris menjadi kota mode terbesar di seluruh dunia. Maka tidak heran bila Paris dipilih para perancang busana dari berbagai belahan dunia sebagai tempat untuk memamerkan hasil karya terbaik meraka dan menjadikan acuan bagi mereka dengan tujuan agar rancanganya lebih dikenal. Di kota Paris juga terdapat banyak sekolah mode bagi mereka yang ingin mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka.
Dengan adanya menara eiffel yang ditunjang dengan taman dan tempat duduk di sekitar menara sehingga orang-orang bisa menikmati keindahan menara di siang hari maupun di malam hari. Menara akan tampak lebih cantik pada malam hari karena menara diterangi dengan cahaya lampu yang mungkin bagi sebagian orang menimbulkan kesan romantis.


    Walaupun demikian tidak semua orang menyukai adanya menara eiffel. Sebagian seniman dan penulis merasa malu. Mereka menganggap menara eiffel bagaikan seekor jerapah tinggi yang berlubang atau lampu jalanan yang menyedihkan. Banyak orang Paris yang tinggal di sekitar menara merasa cemas, mereka takut sewaktu-waktu menara itu jatuh dan menimpa kepala meraka.
Bahasa Prancis juga dikenal lengkap dengan kata yang bisa menggambarkan setiap detail yang tepat untuk mendskripsikan sebuah benda maupun abstrak. Berikut ini contoh yang di ambil dari sebuah buku karya Victor Hugo yang berjudul Les misérables 1 (1972:22)


La maison qu’il habitait se composait, nous l’avons dit, d’un rez-de-chaussée et d’un seul étage; trois pièces au rez-de-chaussée, trois chambres au premier, au-dessus un grenier. Derrière la maison, un jardin d’un quart d’arpent. Les deux femmes occupaient le premier. L’évêque logeait en bas. La première pièce, qui s’ouvrait sur la rue, lui servait de salle à manger, la deuxième de chambre à coucher, et la troisième d’oratoire. On ne pouvait sortir de cet oratoire sans passer par la chambre à coucher, et sortir de la chambre à coucher sans passer par la salle à manger. Dans l’oratoire, au fond, il y avait une alcôve fermée, avec un lit pour les cas d’hospitalité. M. l’évêque offrait ce lit aux curés de campagne que des affaires ou les besoins de leur paroisse amenaient à Digne.
La pharmacie de l’hôpital, petit bâtiment ajouté à la maison et pris sur le jardin, avait été transformée en cuisine et en cellier.


Isi kutipan diatas adalah :
Rumah yang didiaminya terdiri dari, telah kita ceritakan, dua tingkat ; dua ruangan di lantai bawah, tiga kamar di lantai atas, dan di atasnya terdapat gudang. Di belakang rumah, ada taman seluas seperempat arpent (1 arpent=2000-5000 meter persegi). Kedua wanita itu tinggal di lantai atas. Sedangkan sang uskup tinggal di lantai bawah. Ruang pertama yang menghadap ke jalan digunakan sebagai ruang makan, ruang ke dua digunakan sebagai kamar tidur dan ruang ke tiga digunakan sebagai kapel kecil (oratoire). Kita tidak bisa keluar dari kapel kecil ini tanpa melewati kamar tidur dan keluar dari kamar tidur tanpa melewati ruang makan. Di kapel kecil diujungnya, ada alcôve (tempat di sebuah kamar untuk tempat tidur). dengan satu tempat tidur kalau-kalau ada tamu. Bapak uskup memberikan tempat tidur ini untuk pastor kepala di desa yang harus berurusan dengan Digne.
Apotik rumah sakit tersebut, sebuah bangunan kecil di samping rumah di depan taman di ubah menjadi dapur dan berubah menjadi tempat menyimpan minuman anggur dan persediaan makanan (cellier).
Dari contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa ada sebagian kata yang tidak bias di terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Itu menunjukan bahwa bahasa prancis mempunyai lebih banyak kata untuk mengungkapkan banyak hal. Seperti halnya mengungkapkan makna sayang dalam bahasa prancis mempunyai lebih banyak kata untuk mengungkapkannya seperti ma chér(e), mon pétit ami(e), mon pétit lapin, mon amour dan banyak lagi kata yang biasa di gunakan.
Dari situlah orang-orang menganggap bahwa bahasa prancis sebagai bahasa romantis. Mungkin karena bahasa prancis yang di ucapkan mendayu-dayu sehingga terdengar lembut di telinga setiap pendengarnya. Ditunjang dengan keadaan kota Paris yang menyuguhkan berbagai macam keromantisan  sehingga orang-orang selalu ingin merasakan keromantisan kota Paris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar